Kamis, 13 September 2007

Pengumuman

Hai Blogfamers,

Kamu suka dunia bacaan anak dan berminat banget menjadi editor buku-buku anak secara freelance.
Mizan lini Anak akan mengundang lima blogfamers yang paling yahud untuk ikut training
"Supereditor = Idetor" secara cuma-cuma, yang rencananya akan digelar di:

Gedung Mizan Publishing
Jl. Cinambo No.137, Cisaranten Wetan, Bandung 40294

Jumat, 5 Oktober 2007

Pukul 09.00 - selesai.

Pemateri: Hernowo (Penulis Mengikat Makna)

Syarat dan Ketentuan:

Minimal D3 (diutamakan S1) dari berbagai jurusan;

Menyukai dunia literasi (baca dan tulis), khususnya untuk anak;

Punya dasar wawasan keislaman;

dan memiliki akses internet yang mudah.


Kirimkan contoh dua editan dari naskah di bawah ini ke: benny.rhamdani@gmail.com beserta CV.

Naskah Mentah 1

Naskah Mentah2



Ditunggu paling lambat 24 September 2005
Pengumuman: 26 September

Rabu, 12 September 2007

Test 2: Naskah fiksi untuk anak-anak

Di Panti

Bunga dan Billa tinggal di panti ”An-Nasyir.” Mereka tak mempunyai bapak dan ibu. Mereka yatim piatu.

Tapi, walaupun mereka yatim piatu, mereka anak terpandai di desa karang tengah.

Bunga pernah mendapat juara satu lomba melukis, menari, mengarang, puisi, dan menghafal surah-surah pendek.

Billa pernah mendapat juara satu lomba akting, membuat prakarya, dan mengarang surat.

Mereka masih kelas enam, tapi sudah seperti anak SMP kelas dua.

****

Suatu hari, sepulang sekolah, Bunga dan Billa pergi ke sebuah rumah.

”Bunga, kenapa kamu memilih tinggal di panti?” tanya Billa polos. Ia tak begitu senang di panti. Karena, anak-anaknya tak sebaya dengannya, hanya ada Bunga , Cahya Dan Marsha, Dila, Detya, Amanda, dan Ditha.

”Bil, aku tahu perasaanmu.Tapi seharusnya kamu bersyukur, daripada kupilih kita tinggal di jalan,kalau mau makan harus meminta ke orang orang.” Kata bunga polos. Ya, yang paling tua diantara Bunga dan Billa adalah Bunga. Jadi ia yang mengatur.

”Hei! Jangan main jauh jauh!” Terdengar suara Bik Sum, pembantu di Panti An Nasyir.

“Iya bik, kami tak akan main jauh jauh!” Ujar Bunga keras keras.

Billa bercerita lagi. “Tapi, aku ingin seperti yang lainnya.Aku ingin punya orang tua.” Jawabnya.

”Billa sayang, kita memang ditakdirkan tinggal dipanti ini, sayang.” Jawab Bunga lembut.

”Bunga, bukan itu yang kumaksud, maksudnya orang tua asuh.” Desahnya.

”M....maksudmu.....diadopsi, gitu?” Bunga terbata bata.

”Yup!”100!” Katanya.

”Apa?”

”Kenapa terkejut?” Billa makin bingung.

”Kamu ingin di adopsi?!” Kata Bunga terkejut.

”Ya, aku nggak ingin terus disini, aku pingin sekolah yang tinggi, mempunyai keluarga, dan menjadi orang sukses, itu angan anganku, kalau itu terjadi aku amat senang,dan bisa saja aku melupakan semua orang yang ku cintai, dan semoga itu terjadi,”

”Ah, itukah..... yang kau mau?” Tanya Bunga kecewa, setelah itu ia meninggalkan Bila sendirian dengan perasaan yang amat sedih.

***

Kamar Bunga.

”Jadi Billa lebih memilih kehidupan yang menyenangkan dari pada persahabatan? Aku baru tahu Billa amat ingin kehidupan yang menyenangkan, dan setelah ia mempunyai orang tua asuh, ia akan melupakanku dan anak anak serta pengasuhnya di panti? Oh, aku tak percaya!”

”Asalamualaikum,” tiba tiba terdengar suara di balik pintu.

”Siapa, ya?”

”Annisa,”

”Oh, Annisa, mari masuk.” kata Bunga sambil mengajak Annisa masuk.

”Iya,”

”Annisa ada perlu apa sama kakak?” tanya Bunga manis.

”Annisa di suruh Bunda Arma minta kerudung ke kakak karna kerudung Annisa banyak yang rusak,” Kata anak itu ragu.

”Oh, boleh! Ayo ke kamar kakak!” Bunga mempersilahkan.

Annisa masuk ke kamar Bunga, di sana ia takjub melihat ruangan kamar Teh Bunga, ”Wow, walau Teteh anak panti, tapi rajin juga ya.” pikirnya.

”Eh, kenapa Annisa? Apa ada yang tidak menyenangkan di kamar kakak?”tanya Bunga bingung melihat Annisa bengong .

”Ah, enggak, tapi kamar kakak rapi sekali.”

”Wah, Teteh jadi malu di bilang begitu,”Kata Bunga tersipu.”Eh, ini kerudungnya, maaf kalo warnanya nggak di sukai Annisa,”

”Ah, Annisa suka kok! Asalamualaikum! Makasih ya Teh!” Kata Annisa senang sambil membawa kerudung biru muda ke kamarnya. Annisa pergi.

”Anak yang manis.” Pikir Bunga.

“Asalamu alaikum,” terdengar suara lagi.

“Masuk,”

”Bunga, kamu di panggil Bunda Arma,”

Ada apa memangnya, Ya?”

”Enggak tahu, kata bunda kamu di panggil,”

”Di mana?”

”Biasa, di ruang keluarga,”

”Makasih ya atas pemberitahuannya,”

”Heeh......”

Bunga pergi ke ruang tengah, di sana ia melihat Bunda Arma, ia sedih, ternyata, salah satu anak di panti masuk Rumah Sakit!

”Bunda, ada apa?”

”Bunga, Annisa masuk Rumah Sakit, tadi ia terjatuh ketika Bunda lagi mengepel, ia tak melihat dengan baik, ia jalan cepat cepat ke kamarnya, tapi ia terpeleset, dan....”

”Annisa geger otak,” potong Rafli sedih. Ia adalah kakak Annisa.

” Sudah Raf, jangan sedih....” Hibur Detya, Saudara Rafli.

“Iya, kamu jangan sedih……” Amanda ikut menghibur.

” Terimakasih, tapi sepertinya aku akan ke kamar,” Rafli segera meninggalkan ruangan.

” Rafli pasti sedih....” Kata Amanda iba.” Padahal Annisalah adik satu satunya,”

” Sudah, kalian jangan sedih juga,” Hibur Bunga.

” Bunga, di mana Billa? Bukankah tadi kamu bermain dengannya? ”Bunda Arma bertanya.

”Eh..., di mana ya Bunda?”

”Amanda, Detya, Cahya, Dila, Marsha, Ditha, bantu Bunga mencari Billa!” perintah Bunda Arma.

”Baik bunda!”

Mereka kemudian mencari Billa bersama sama.

Detya menemukan Billa di dekat sungai Cakrawalu, termangu sedih, duduk di sebuah batu, sambil melihat pemandangan air. Detya menegurnya, menyuruh kembali ke Panti.

”Billa, kenapa di sini? Kan sudah di larang main jauh jauh.”

”Bukan urusanmu,”

”Tapi kenapa? Bukankah slama ini kita berteman?”

”Iya, tapi aku lagi nggak mau bicara,”

”Uh, main Rahasiaan lagi, ya sudah...”

”Eh, enggak, enggak....” Billa mencegat Detya yang hendak pergi.

“ Ceritain geh…” Detya memaksa.

“ Iya, iya….” Billa mengalah.

” Bagus, Mulailah....” Detya sudah tak sabar lagi, ia ingin mendengar cerita Billa, temannya.

“ Baik,” Billa memulai cerita.

****

Setelah 15 menit, Billa mengakhiri cerita. sebelum mereka pulang ke panti, Detya sempat berkata pada Billa.

”Bil, pantas saja Bunga sedih, aku pun akan begitu bila aku jadi Bunga.”

”Kenapa?”Tanya Billa heran.

”Karna seseorang pun takkan mau ditinggal oleh sahabatnya, dan bila itu terjadi padamu, kamu tidak ingin kehilangngannya, Bukan?”

”Ya benar ini memang salahku.....” Billa tersadar.

“Bagus, kau sudah mengerti, ayo ke Panti!”

“Baik, tapi nanti antarkan aku ke kamar Bunga, ya!”

”Untuk apa?”

”Aku mau minta maaf.”

”Bagus! Eh, aku lupa menyampaikan berita..”Suara Detya terputus.

”Berita? Berita apa Detya? Beritahu aku! Kumohon!”Pintanya.

”Berita ....buruk...”

”Apa?! Tentang apa?”

”Annisa tadi terpeleset, tapi ia ......”

”Ia kenapa? Kenapa dengan Annisa?”

”Ia geger otak, untuk sementara ia di bawa ke Rumah sakit...” Suara Detya terdengar lemas.

”Apaaaa?!” Tanya Billa kaget.

”Ya, tadi Rafli datang, menyuruh kami ke rumah sakit, Bunga, Amanda, Marsha, Dila, mau saja. Tapi Ditha enggak mau, ia ingin ikut bersamaku, tapi kata Bunda 1 orang saja.”

”Kamu bohong!”

”Kalau tidak percaya, lihat di panti!”

”Ayo!”

Mereka lekas ke panti, Billa amat sedih, dan ia tak percaya!

****

”Bunda, Bagaimana?” Detya melihat tubuh lemas Annisa.

”Kami hanya akan pergi jika kalian mau ikut.”

”Yang Lainnya dan Billa mau, Bunga di mana?”

”Di kamar, ia menunggu saja di sana.”

”Kalau bisa panggilkan dong Detya, Billa.”

”Annisa tak parah kan?”

” Iya, kepalanya hanya sedikit terbentur, tapi bisa mengakibatkan geger otak.

”Kalau begitu kami aka memanggil Bunga, Bunda, dan semoga saja ia mau ikut denganku..”

”Bagus, dan Detya, kamu lebih baik di sini!” Kata Bunda Arma.

test 1: naskah penuntun untuk anak

BAB II: HALAL DAN HARAM DALAM AKIDAH

Akidah adalah keyakinan, pikiran, dan pendirian manusia mengenai segala sesuatu. Akidah Islam artinya keyakinan, pikiran, dan kepribadian yang diajarkan dalam Islam. Maka pembahasan halal dan haram dalam akidah akan membahas keyakinan, pikiran, dan pendirian yang benar serta halal dan keyakinan, pikiran, dan pendirian yang salah serta haram.

Akan tetapi pokok-pokok perkara yang halal dalam akidah merupakan perkara yang wajib, artinya setiap manusia wajib berkeyakinan, berpikiran, dan berpendirian yang benar. Tidak ada perkara halal yang termasuk mubah dalam akidah dan ibadah, tidak seperti dalam makanan, minuman, dan pakaian, serta harta lainnya.

Akidah sangat berpengaruh kepada tingkah laku seseorang. Orang yang akidahnya benar akan suka berbuat kebaikan. Ia akan banyak bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. Sedangkan orang yang akidahnya salah tidak akan menyukai kebaikan dan ia tidak akan bermanfaat bagi dirinya karena semua perbuatannya akan mencelakakan dirinya sendiri. Apa lagi bagi orang lain.

Akidah yang benar itu seperti pohon yang baik yang akarnya menancap kuat ke dalam tanah dan dahan serta rantingnya menjulang ke atas, dan pada setiap saat ia dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dengan seizin Tuhannya. Sedangkan akidah yang salah ibarat pohon yang tercabut dari permukaan bumi dan tidak memiliki pijakan bagi akar-akarnya. Maka tentu pohon yang tercabut itu tidak akan bertahan hidup. Apa lagi menghasilkan buah yang bermanfaat.

Iman lawan kufur (kekafiran)

Iman artinya meyakini kebenaran ajaran Islam dan bersedia melaksanakannya. Lawannya adalah kufur, yaitu mengingkari kebenaran ajaran Islam dan menolaknya. Maka kalau kalian meyakini bahwa seluruh keterangan dalam Al-Quran itu benar dan kalian bersedia melaksanakannya, maka kalian adalah orang yang beriman. Kemudian kalian akan selalu berkata dengan benar dan berbuat dengan benar sesuai dengan keterangan dalam Al-Quran itu.

Di antara keterangan dalam Al-Quran yang harus kita imani adalah adanya kehidupan akhirat sebagai kelanjutan hidup di dunia. Kehidupan di akhirat sangat ditentukan oleh apa yang kita lakukan di dunia ini, karena kehidupan di akhirat merupakan saat pembalasan bagi kebaikan dan kejahatan manusia ketika di dunia. Maka orang yang meyakini adanya kehidupan akhirat akan senantiasa mempertimbangkan apakah perbuatannya mendatangkan pahala atau mendatangkan dosa. Maka, bukti kongkrit iman kepada akhirat adalah senang kepada pahala dan takut kepada dosa, menempuh jalan menuju surga dan menghindari jalan ke neraka.

Beriman itu wajib dan merupakan kunci masuk surga, sedangkan kufur itu haram dan merupakan perbuatan dosa yang paling besar yang pasti menjerumuskan pelakunya ke neraka.

Takwa lawan fusuq (kefasikan)

Takwa artinya tunduk dan taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Lawannya adalah fusuq, yaitu melanggar perintah dan larangan Allah. Orang Islam yang bertakwa disebut Muttaqin. Sedang orang Islam yang melakukan fusuq disebut fasiq. Segala tindakan orang muttaqin mendatangkan pahala, sedangkan tindakan orang yang fasiq mendatangkan dosa.

Kalian pasti sudah mengetahui sebagian dari perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Maka, lakukanlah perintah Allah yang kalian ketahui dan jauhilah larangan-Nya sejauh mungkin agar kalian semakin bertakwa. Ustadz-ustadz kalian juga pasti sudah menerangkan tentang mana yang halal dan mana haram atau mana yang boleh kalian lakukan dan mana yang tidak boleh kalian lakukan. Maka keterangan dan nasihat ustadz itu harus kalian perhatikan. Kalau masih penasaran tanyakan lagi kepada orang tua kalian, ustadz kalian, dan orang-orang yang kalian anggap mengetahuinya.

Cobalah kalian koreksi diri kalian sendiri! Apakah kalian lebih banyak melaksanakan perintah Allah ataukah justru lebih banyak meninggalkannya? Apakah kalian lebih banyak menjauhi larangan-Nya ataukah justru lebih banyak melanggarnya? Bagaimanakah dengan shalat yang lima waktu, apakah kalian lebih banyak melaksanakannya ataukah lebih banyak meninggalkannya? Apakah kalian lebih banyak jujur ataukah lebih banyak bohong dalam berbicara? Apakah kalian tidak pernah lagi menyontek ketika ujian?

Kalian sendirilah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan kalian jugalah yang bisa memperbaikinya kalau kalian ingin sukses di dunia dan di akhirat.

Kalau kalian memperbaiki tingkah laku kalian, berarti kalian bertakwa. Kalau kalian memelihara kejahatan-kejahatan kalian berarti kalian tidak sayang kepada diri sendiri. Kalau kalian tidak sayang kepada diri sendiri, maka Allah pun akan mencabut kasih sayang-Nya kepada kalian. Na`ûdzu billâh min dzâlik.

Ikhlas lawan riya

Kalian pasti pernah mendengar kata-kata ikhlas. Kalau kalian shalat dengan ikhlas artinya kalian melaksanakan shalat semata-mata karena menaati perintah Allah dan untuk mengharapkan pahala dari-Nya, bukan karena dipaksa orang tua atau untuk mengharapkan pujiannya. Mungkin pada awalnya kalian shalat karena teman-teman kalian suka ramai-ramai shalat di masjid, lalu kalian tertarik. Ada juga teman kalian yang pertama-tama shalat karena dipaksa orang tua. Itu nggak apa-apa. Rata-rata begitu. Tapi lama-lama kalian akan melakukannya dengan ikhlas. Demikian juga kebaikan yang lain.

Lawan ikhlas adalah riya, yaitu melakukan kebaikan dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian dari sesama manusia, seperti supaya dianggap sebagai orang baik. Orang yang melakukan kebaikan dengan riya berarti ia menunjuk saingan bagi Allah atau mempertuhankan sesama manusia, karena ia melakukan kebaikan bukan karena dorongan iman kepada Allah dan bukan untuk mendapatkan pahala dari Allah, melainkan ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Maka Rasulullah Saw. menyebut riya sebagai syirik kecil. Dan justru karena kecil itulah beliau sangat mengkhawatirkan hal itu menjangkiti umatnya. Sebab orang yang riya itu pada umumnya tidak merasa bersalah.

Orang yang ikhlas akan tetap berbuat kebaikan meskipun tidak ada orang yang melihatnya, bahkan ia lebih senang kalau berbuat baik tidak diketahui orang lain. Tapi kalaupun ada orang yang mengetahuinya, ia tidak akan berubah menjadi bangga dengan kebaikannya itu. Sebaliknya orang yang suka riya biasanya tidak akan jadi berbuat kebaikan kalau tidak ada orang yang mengetahuinya.

Kebaikan yang akan diterima Allah hanyalah kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas. Jadi orang yang suka riya itu rugi besar; sudah kebaikannya sedikit, tidak diterima lagi! Malah ia berdosa karena melakukan kemusyrikan, meskipun kecil. Ikhlas itu wajib, sedangkan riya itu haram.

Tauhid lawan syirik

Lâ ilâha illallâh (Tidak ada Tuhan selain Allah) disebut kalimah tauhid. Mengapa? Karena kalimat itu menyatakan bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan. Jadi tauhid artinya menyakini keesaan Allah.

Tidak ada satu pun dari seluruh makhluq Allah yang menyerupai-Nya. Maka Allah tidak dapat dibayangkan bentuk-Nya. Seluruh makhluq tercipta dan segala sesuatu terjadi di alam raya ini atas kehendak-Nya. Dan apapun yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi karena tidak ada seorang pun yang mampu menandingi kekuasaan-Nya.


^-^

Kamis, 21 Juni 2007

Menulis Pictorial Book


Suka menulis pictorial book?
Terus terang, ini genre di penulisan cerita anak yang paling akhir saya masuki.
Alasannya, bagaimana saya bisa menulis cerita yang pendek sekali?
Ya, naskah pictorial book yang ditulis paling panjang satu halaman.
Karena memang buku ini lebih banyak gambarnya, dan mungkin lebih penting.
Sebab dengan gambar-gambar yang ada, orangtua bsia mengarang cerita yang lainnya tanpa harus tergantung teks yg ditulis penulis.
Ini dua contoh pictorial book yang saya tulis. Semuanya saya tulis cuma 15 menit ...
hehehehe. Padahal nulis surat aja bisa berjam-jam.